Selama bertahun-tahun, tim operasional jaringan (Network Operations/NetOps) menggunakan tools monitoring untuk menjawab pertanyaan dasar seperti:
Apakah jaringan sedang aktif?
Di mana performanya menurun?
Apa yang sedang bermasalah?
Namun sekarang, dengan semakin banyaknya aplikasi berbasis AI, penggunaan cloud dan sistem hybrid yang makin kompleks, serta meningkatnya ancaman keamanan, pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah tidak cukup lagi.
Berdasarkan riset terbaru dari Omdia, network observability (kemampuan untuk melihat dan memahami kondisi jaringan secara menyeluruh) telah memasuki tahap yang sangat penting. Observability bukan lagi sekadar alat untuk melihat kondisi jaringan, tetapi sudah menjadi lapisan “kecerdasan” yang mendukung operasional IT modern.
Network Observability Kini Sangat Penting
Hasil riset Omdia menunjukkan bahwa semakin banyak aplikasi berbasis AI bergantung pada jaringan. Karena itu, hampir semua organisasi setuju bahwa network observability kini menjadi bagian penting dalam operasional bisnis.
Alasannya sederhana. Jaringan saat ini bukan lagi sekadar jalur penghubung data yang statis. Jaringan telah berubah menjadi sistem yang dinamis dan tersebar, mencakup:
-
Infrastruktur di kantor (on-premise)
-
Cloud
-
WAN (Wide Area Network)
-
Lingkungan berbasis container
Bahkan banyak bagian jaringan yang berada di luar kendali langsung tim IT.
Ketika terjadi masalah, gejalanya sering kali pertama kali terlihat di jaringan, walaupun akar masalahnya belum tentu berasal dari jaringan itu sendiri.
Karena itu, terjadi perubahan cara pandang:
-
Dari perbaikan reaktif menjadi pemantauan proaktif
-
Dari tools yang terpisah-pisah menjadi sistem dengan konteks bersama
-
Dari sekadar “memantau kesehatan jaringan” menjadi memahami dampaknya terhadap bisnis
AI Sudah Mengubah Operasional Jaringan
Salah satu perubahan terbesar adalah penggunaan AI dalam network observability. AI tidak lagi sekadar tahap uji coba, tetapi sudah mulai digunakan secara luas.
Saat ini, banyak organisasi menggunakan AI untuk:
-
Mengoptimalkan performa jaringan
-
Mendeteksi ancaman keamanan dan aktivitas mencurigakan
-
Mempercepat proses troubleshooting dan mencari akar masalah
-
Mengidentifikasi masalah sebelum berdampak ke pengguna
Menariknya, sebagian besar responden riset mengatakan bahwa penggunaan AI dalam observability sudah memenuhi atau bahkan melampaui harapan mereka.
Artinya, pertanyaannya bukan lagi “Apakah AI penting?”, tetapi “Bagaimana cara kita menggunakannya secara maksimal?”
Dengan AI, observability berubah dari sekadar alat pelaporan menjadi sistem pendukung keputusan. AI membantu mengurangi pekerjaan manual dan membuat tim bisa bertindak lebih cepat dan percaya diri.
Kolaborasi NetOps dan SecOps Semakin Erat
Riset Omdia juga menunjukkan adanya peningkatan kerja sama antara tim jaringan (NetOps) dan tim keamanan (SecOps).
Mayoritas organisasi mengatakan bahwa berbagi data observability antara kedua tim ini sangat penting. Banyak juga yang sudah menjalankan kolaborasi aktif melalui platform observability.
Mengapa ini penting?
Data jaringan sering kali menunjukkan tanda-tanda awal aktivitas mencurigakan, seperti:
-
Pergerakan tidak wajar di dalam jaringan
-
Anomali performa
-
Aktivitas yang bisa menjadi awal serangan siber
Jika tim jaringan dan keamanan bekerja menggunakan sumber data yang sama, maka:
-
Respons terhadap insiden menjadi lebih cepat
-
Analisis menjadi lebih akurat
-
Konflik antar tim bisa dikurangi
Dengan kata lain, network observability kini menjadi fondasi kolaborasi NetSecOps (Network dan Security Operations).
Kompleksitas: Tantangan Sekaligus Peluang
Walaupun penting, penerapan network observability dalam skala besar tidaklah mudah.
Lebih dari 80% organisasi menggunakan tiga atau lebih tools observability. Tools ini sering kali terpisah-pisah dan digunakan oleh tim yang berbeda.
Akibatnya muncul:
-
Integrasi yang rumit
-
Data yang terpecah-pecah
-
Beban operasional yang tinggi
Di sinilah peran otomatisasi dan agentic AI menjadi penting.
Agentic AI adalah AI yang tidak hanya memberi saran, tetapi juga bisa membantu mengambil tindakan otomatis berdasarkan analisis data.
Menurut riset, banyak organisasi tertarik menggunakan agentic AI untuk:
-
Menyederhanakan integrasi antar tools
-
Mengatasi kekurangan tenaga ahli
-
Membuat alur kerja lebih proaktif dan otomatis
AI ini bukan untuk menggantikan engineer, tetapi membantu mereka. AI menangani analisis berulang dan tugas rutin, sehingga tim bisa fokus pada pekerjaan yang lebih strategis.
Dari Monitoring ke Intelligence
Jika dirangkum, perkembangan ini menunjukkan perubahan besar:
Monitoring jaringan → Observability jaringan → Intelligence jaringan
Artinya, kita tidak lagi hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa itu terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Operasional jaringan modern membutuhkan:
-
Visibilitas menyeluruh di semua lingkungan
-
Insight berbasis AI yang mengurangi “noise” dan pekerjaan manual
-
Kolaborasi antara NetOps, SecOps, dan CloudOps
-
Otomatisasi yang mengubah insight menjadi tindakan nyata
Bagi organisasi yang sudah berinvestasi dalam network observability, langkah berikutnya bukan hanya menggunakan tools tersebut, tetapi benar-benar mengoptimalkannya sesuai arah perkembangan industri.
Masa depan operasional jaringan bukan sekadar tentang melihat lebih banyak data.
Tetapi tentang memahami lebih dalam, bertindak lebih cepat, dan bekerja dengan lebih cerdas.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan liveaction indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi liveaction.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
